materi matematika

MATEMATIKA Bu. Eka Istiningsih Salah satu definisi menyebutkan bahwa statistik adalah metode ilmiah untuk menyusun, meringkas, menyajikan dan menganalisa data, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang benar dan dapat dibuat keputusan yang masuk akal berdasarkan data tersebut. Jika suatu kesimpulan data sudah dihimpun, pada statistika deskriptif kita hendak menyimpulkan data itu dalam beberapa hal. Pertama kita hendak membuat tabel, misalnya tabel frekuensi, tabel frekuensi kumulatif dan lain-lain yang mengatur data kasar itu. Juga kita akan melihat diagram atau grafik yang dapat memberi gambaran mengenai keseluruhan data itu, misalnya diagram lambang (piktogram), diagram batang, diagram lingkaran, histogram, ogive dan lain-lain. Kemudian kita hendak menghitung karakteristik data yang dapat mencakup semua data itu, misalnya rata-rata, median, modus dan lain-lain. HISTOGRAM dan POLIGON FREKUENSI adalah dua grafik yang menggambarkan distribusi frekuensi. HISTOGRAM terdiri dari persegi panjang yang alasnya merupakan panjang kelas interval, sedangkan tingginya sama dengan frekuensi masing-masing kelas interval. POLIGON FREKUENSI adalah suatu garis putus putus yang menghubungkan titik tengah ujung batang histogram. Biasanya ditambah dua segmen garis lain yang menghubungkan titik tengah ujung batang pertama dan terakhir dengan titik tengah kelas yang paling ujung dimana frekuensinya bernilai nol. Untuk sekelompok data yang diperoleh, yaitu x1, x2, x3, . . . . . . , x maka dapat ditentukan: 1. RATA-RATA (MEAN) (notasi: x dibaca : x bar) _ x = (x1+x2+…..+xn)/n = å xi / n = å (fi.xi) / n dimana åfi = n ~ 2. MEDIAN (notasi: x ) Adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan menurut besarnya. Dengan ketentuan: Jika banyak data ganjil, maka median adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan. (Data ke (n+1)/2 ) ^ 3. MODUS (notasi : x) Adalah nilai data yang sering muncul (mempunyai frekuensi terbesar). Modus dapat ada ataupun tidak ada. Kalaupun ada dapat lebih dari satu. Contoh: Diketahui data 7, 9, 8, 13, 12, 9, 6, 5 n = 8 1. Rata-rata _ x = (5+6+7+8+9+9+12+13)/8 = 8,625 2. Median Data diurutkan terlebih dahulu menjadi 5 6 7 8 9 9 12 13 ~ x = (8+9)/2 = 8,5 3. Modus ^ x = 9 1. RATA-RATA _ x = å(fi.xi) x xi fi åf = n = titik tengah kelas ke i = ½(batas bawah + batas atas) = frekuensi kelas ke i = jumlah seluruh data MENGHITUNG RATA-RATA DENGAN MENGGUNAKAN RATA-RATA SEMENTARA _ x = xo + å (fi.ui)/n . c xa fi ui n c = rata-rata sementara = frekuensi kelas ke i = simpangan kelas ke i terhadap kelas rata-rata sementara = banyaknya data = interval kelas = panjang kelas = lebar kelas = tepi atas-tepi bawah 2. MEDIAN Median = L2 + 1/2n – (åf)2 . c f med L2 (åf)2 f med n c = tepi bawah kelas median = jumlah frekuensi kelas yang lebih rendah dari kelas median = frekuensi kelas median = banyaknya data = interval kelas 3. MODUS MoANGKAUAN (RANGE) Notasi: J Untuk data yang tidak dikelompokkan, jangkauan adalah selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil. Untuk data yang dikelompokkan, jangkauan adalah selisih antara titik tengah kelas tertinggi dengan titik tengah kelas terendah. KUARTIL Notasi: q Kuartil membagi data (n) yang berurutan atas 4 bagian yang sama banyak. ——|——|——-|——- Q1 Q2 Q3 Q1 = kuartil bawah (1/4n ) Q2 = kuartil tengah/median (1/2n) Q3 = kuartil atas (1/4n ) Untuk data yang tidak dikelompokkan terlebih dahulu dicari mediannya, kemudian kuartil bawah dan kuartil atas. Untuk data yang dikelompokkan rumusan kuartil identik dengan rumusan mencari median. Q1 = L1 + [(1/4n – (å f)1)/fQ1] . c Q3 = L3 + [(3/4n – (å f)3)/fQ3] . c DESIL Notasi: D Desil membagi data (n) yang berurutan atas 10 bagian yang sama besar. (D,, D2, D3, . . . . . . , D9) Di = Li + ((i/10)n – (å f)i)/fi . c PERSENTIL Notasi: P Persentil membagi data (n) yang berurutan atas 100 bagian yang sama besar. (P1, P2, P3, . . . . . . ,P99) Pi = Li +( i/100 n – (åf)i)/fi . c Cara mencari Desil dan Persentil identik dengan cara mencari kuartil. SIMPANGAN SIMPANGAN KUARTIL Notasi: Qd (JANGKAUAN SEMI INTERKUARTIL) Qd = (Q3 – Q1) / 2 SIMPANGAN BAKU Notasi: S (STANDAR DEVIASI) S = Ö((åfi(xi-x bar)²)/n) MATEMATIKA Bu. Eka Istiningsih Salah satu definisi menyebutkan bahwa statistik adalah metode ilmiah untuk menyusun, meringkas, menyajikan dan menganalisa data, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang benar dan dapat dibuat keputusan yang masuk akal berdasarkan data tersebut. Jika suatu kesimpulan data sudah dihimpun, pada statistika deskriptif kita hendak menyimpulkan data itu dalam beberapa hal. Pertama kita hendak membuat tabel, misalnya tabel frekuensi, tabel frekuensi kumulatif dan lain-lain yang mengatur data kasar itu. Juga kita akan melihat diagram atau grafik yang dapat memberi gambaran mengenai keseluruhan data itu, misalnya diagram lambang (piktogram), diagram batang, diagram lingkaran, histogram, ogive dan lain-lain. Kemudian kita hendak menghitung karakteristik data yang dapat mencakup semua data itu, misalnya rata-rata, median, modus dan lain-lain. HISTOGRAM dan POLIGON FREKUENSI adalah dua grafik yang menggambarkan distribusi frekuensi. HISTOGRAM terdiri dari persegi panjang yang alasnya merupakan panjang kelas interval, sedangkan tingginya sama dengan frekuensi masing-masing kelas interval. POLIGON FREKUENSI adalah suatu garis putus putus yang menghubungkan titik tengah ujung batang histogram. Biasanya ditambah dua segmen garis lain yang menghubungkan titik tengah ujung batang pertama dan terakhir dengan titik tengah kelas yang paling ujung dimana frekuensinya bernilai nol. Untuk sekelompok data yang diperoleh, yaitu x1, x2, x3, . . . . . . , x maka dapat ditentukan: 1. RATA-RATA (MEAN) (notasi: x dibaca : x bar) _ x = (x1+x2+…..+xn)/n = å xi / n = å (fi.xi) / n dimana åfi = n ~ 2. MEDIAN (notasi: x ) Adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan menurut besarnya. Dengan ketentuan: Jika banyak data ganjil, maka median adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan. (Data ke (n+1)/2 ) ^ 3. MODUS (notasi : x) Adalah nilai data yang sering muncul (mempunyai frekuensi terbesar). Modus dapat ada ataupun tidak ada. Kalaupun ada dapat lebih dari satu. Contoh: Diketahui data 7, 9, 8, 13, 12, 9, 6, 5 n = 8 1. Rata-rata _ x = (5+6+7+8+9+9+12+13)/8 = 8,625 2. Median Data diurutkan terlebih dahulu menjadi 5 6 7 8 9 9 12 13 ~ x = (8+9)/2 = 8,5 3. Modus ^ x = 9 1. RATA-RATA _ x = å(fi.xi) x xi fi åf = n = titik tengah kelas ke i = ½(batas bawah + batas atas) = frekuensi kelas ke i = jumlah seluruh data MENGHITUNG RATA-RATA DENGAN MENGGUNAKAN RATA-RATA SEMENTARA _ x = xo + å (fi.ui)/n . c xa fi ui n c = rata-rata sementara = frekuensi kelas ke i = simpangan kelas ke i terhadap kelas rata-rata sementara = banyaknya data = interval kelas = panjang kelas = lebar kelas = tepi atas-tepi bawah 2. MEDIAN Median = L2 + 1/2n – (åf)2 . c f med L2 (åf)2 f med n c = tepi bawah kelas median = jumlah frekuensi kelas yang lebih rendah dari kelas median = frekuensi kelas median = banyaknya data = interval kelas 3. MODUS MoANGKAUAN (RANGE) Notasi: J Untuk data yang tidak dikelompokkan, jangkauan adalah selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil. Untuk data yang dikelompokkan, jangkauan adalah selisih antara titik tengah kelas tertinggi dengan titik tengah kelas terendah. KUARTIL Notasi: q Kuartil membagi data (n) yang berurutan atas 4 bagian yang sama banyak. ——|——|——-|——- Q1 Q2 Q3 Q1 = kuartil bawah (1/4n ) Q2 = kuartil tengah/median (1/2n) Q3 = kuartil atas (1/4n ) Untuk data yang tidak dikelompokkan terlebih dahulu dicari mediannya, kemudian kuartil bawah dan kuartil atas. Untuk data yang dikelompokkan rumusan kuartil identik dengan rumusan mencari median. Q1 = L1 + [(1/4n – (å f)1)/fQ1] . c Q3 = L3 + [(3/4n – (å f)3)/fQ3] . c DESIL Notasi: D Desil membagi data (n) yang berurutan atas 10 bagian yang sama besar. (D,, D2, D3, . . . . . . , D9) Di = Li + ((i/10)n – (å f)i)/fi . c PERSENTIL Notasi: P Persentil membagi data (n) yang berurutan atas 100 bagian yang sama besar. (P1, P2, P3, . . . . . . ,P99) Pi = Li +( i/100 n – (åf)i)/fi . c Cara mencari Desil dan Persentil identik dengan cara mencari kuartil. SIMPANGAN SIMPANGAN KUARTIL Notasi: Qd (JANGKAUAN SEMI INTERKUARTIL) Qd = (Q3 – Q1) / 2 SIMPANGAN BAKU Notasi: S (STANDAR DEVIASI) S = Ö((åfi(xi-x bar)²)/n)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: